Berkaitan dengan hati ini, ada lima pokok yang perlu kita ketahui. Di antaranya adalah :
- Allah mengetahui apa yang terlintas di hati dan khianatnya mata kita, walaupun orang lain sama sekali tidak mengetahuinya.
- Allah tidak hanya melihat warna kulit dan bentuk rupa, namun sampai pula ke dasar lubuk hati. Betapa kelirunya kita, bila kita disibukkan untuk memperbagus wajah dan kuilit, memelihara rupa, ketampanan dan kecantikan, agar orang lain merasa takjub manakala memandang. Namun hati kitalah yang menjadi pusat penilaian Allah,Perbaguslah hati,sebab Allah akan menilainya.
- Hati itu ibarat raja. Raja dan pemimpin yang sangat ditaati dan diikuti oleh semua organ/ anggota tubuh. Apa kata hati, maka organ tubuh yang bersangutan langsung bergerak dan tak pernah menolak. Jika raja jujur dan memerintahkan yang baik-baik saja maka rakyat pun jujur dan senantiasa baik pula. Tapi jika raja curang, rakyat pun curang. Demikian juga yang terjadi pada anggota tubuh.Jika kita telah tahu dan menyadari jika hati itu mempengaruhi dan menentukan baik buruknya anggota tubuh, maka marilah kita pusatkan perhatian kita untuk memeliharanya. Menjaga agar hati tetap mulus dan baik.
- Hati itu menyimpan permata yang berharga sekali. Permata itu adalah akal, sebagai puncak permata ma’rifat dan menjadi pangkal kebahagiaan dunia akhirat. Disamping itu, menyimpan mata hati. Mata hati inilah sebagai modal untuk kemajuan dan kemuliaan kita di sisi Allah. Lalu tersimpan pula niat yang ikhlas dalam rangka mengerjakan amal taat dan sangat berkaitan erat dengan pahala yang kekal. Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika tempat tersimpannya permata yang berharga tadi hendaknya dijaga dan dipelihara agar tidak tercemar noda dan kotoran. Kita wajib membentengi agar permata yang berharga tadi tidak kebobolan pencuri.
- Hati itu menyimpan beberapa keistimewaan, maka harus dijaga dan diistimewakan pula. Lima keistimewaan Hati :
Hati itu sibuk, inilah keistimewaan yang kedua. Kesibukan hati disebabkan di dalamnya terdapat nafsu dan akal. Sedangkan antara keinginan nafsu dan akal bertolak belakang. Apa yang hendak dilakukan akal dihalang-halangi nafsu, dan sebaliknya. Ibarat perang, maka hati itu bagaikan medan laga, alun-alun tempat bertempur hati dan akal. Maka itulah sebabnya, sehingga hati dikatakan sibuk sekali
Keistimewaan hati yang ketiga ialah adanya desas desus yang tak pernah berhenti. Hati tak pernah lelap dan selalu dilalui keluar masuknya pikiran-pikiran tanpa berhenti siang dan malam. Berbeda dengan anggota tubuh lainnya,sekali waktu beristirahat total. Misalnya mata, jika mata kita tutup atau kita berada dalam keadaan gelap, maka ia tak akan bisa bekerja atau tidak bisa melihat. Misalkan telinga,jika ditutup lubangnya rapat-rapat ia tak akan bisa mendengar, ia berhenti dari kesibukan. Demikian juga anggota tubuh lainnya. Namun tidaklah demikian yang dilakukan oleh hati. Hati yang dilintasi pikiran-pikiran,desas desusnya bagaikan hujan yang tak kunjung berhenti sepanjang siang dan malam, sementara engkau tak akan mampu menahannya. Di dalam hatimu, setiap detik selalu melintaspikiran-pikiran,rencana,ingatan lama,kekecewaan,rasa malu,dan lain sebagainya. Satu pergi, yang lain datang demikian berturut-turut. Dan kita tak mampu membendungnya sama sekali.
Keutamaan hati yang keempat ialah bahwa perkara hati dan penyakitnya itu adalah perkara ghaib. Penyakit hati yang dimaksudkan disini bukanlah penyakit virus atau kuman yang dapat disembuhkan oleh tabib maupun dokter. Penyakit hati adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata. Dan hati yang diserang pun adalah perkara ghaib. Datangnya penyakit tidak dirasakan, bahkan penyakit hati yang telah kronis semakin nikmat dirasakan, penderitanya semakin terbius dan tak sadar. Karena itulah maka penyakit ini sesungguhnya sukar sekali obatnya. Hati yang terkena virus rohani ini susah disembuhkan. Agar tidak terjangkit, maka perlulah engkau melakukan penjagaan, penangkalan sedini mungkin. Setiap saat hati dipelihara dan dilindungi serta diperiksa.
Keutamaan hati yang kelima ialah hawa nafsu yang berlebihan dan buruk, itu pun termasuk virus rohani. Tidaklah engkau ingat cerita Bal’am yang tersurat dalam Al-Qur’an ? Ba’lam semula taat dan beriman kepada Allah. Usianya diisi dengan ibadah dan amal mulia. Namun karena hatinya terkena virus rohani jenis hawa nafsu, meka ia pun tenggelam di dalam hawa nafsu tersebut. Ia turutkan hawa nafsu yang buru, dan semakin lama semakin merusak hatinya. Semakin lama mendekati kufur, dan akhirnya kufur sama sekali. Ternyata ia telah mendapat laknat dan hati serta pandangannya berbalik sama sekali, seolah-olah ia tak pernah beriman. Masya Allah , semoga kita terhindar dari bahaya itu semua. Marilah kita semua menjaga dan membentengi hati kita masing-masing



0 komentar:
Posting Komentar