Tapi saya tidak sedang membahas buku, tapi sedikit membahas apa yang ada di sekitar kita saja, saya jadi teringat pesan-pesan Pak Ustadz dulu kala, bahwa kita harus pandai-pandai dalam mengenali orang, jangan terpaku pada penampilan semata.
Jangan pula merasa minder hanya karena strata, jabatan, ekonomi dan sebagainya, karena semua makhluk adalah SAMA di mata ALLAH SWT, hanya amal dan ibadahnya yang membedakan.
Saya tertarik dengan yang kemarin marak diberitakan tentang pembubaran ormas tertentu, mengatasnamakan ISLAM sebagai dalilnya maka ini kesimpulan (sementara) saya :
- Bila ke-islaman seseorang ditentukan oleh sorbannya, tentu Abu Lahab lebih islami, begitu juga mirza gulam ahmad.
- Jika indikasi islami adalah baju koko maka semua sahabat-sahabat saya yang sipit di shanghai sana, jauh lebih islami.
- Jika indikasi islami adalah pendidikan dan gelar maka kaum liberalis masuk surga, dan kaum orientalis masuk surga.
- Kalau ke-islaman dilihat dari garis keturunan, alangkah betapa tak beruntungnya ras kulit kuning dan hitam.
- Untungnya, ISLAM tidak memandangnya dari gelar-pendidikan, keturunan, bagusnya pakaian, harta, dsb.
- Seorang muslim ditentukan dari Sikap dan Ucapannya yang selaras, serasi dan seimbang sesuai QUran dan Hadist.
- Seorang Hafidz Quran bila dalam ucapannya sangat berbeda dengan Qur’an, tidak bisa disebut islami.
- Sebaliknya jika hanya Bocah SD namun mampu berbicara sesuai Quran dan Hadist, terimalah.
- So, tak selamanya fisik menjadi ciri ke-islaman seseorang.
Lisan dan Perilaku haruslah seimbang.
- Apalah guna mulut berucap “Allahu Akbar,, Allahu Akbar” namun tubuh menganiaya, merusak, membakar dengan penuh ke-dzaliman.
- Sekali pun tempat itu sarang maksiat, sekalipun yang kau aniaya seorang pelacur, ia tetap manusia, yang memiliki hak hidup.
- Tempat hanyalah tempat, dengan mengisinya melalui aktifitas positif maka energi pun menjadi positif, tak perlu merusak dan membakar, !!
- Lebih bijaksana, dengan bekal islami yang dimiliki alangkah lebih indah mengajak mereka yang tersesat dalam lingkaran setan, kemaksiatan, untuk kembali mengenali ALLAH, kembali ke jalan ILLAHI, Jalan yang putih nan suci.
- Karena tidak ada AGAMA dalam kekerasan, dan tidak ada kekerasan dalam AGAMA.
Last, teringat dengan sebuah doa sederhana “Ya Robb, jadikanlah hanya kebenaran yang keluar dari lisan dan laku-ku”, Amiiinn…



0 komentar:
Posting Komentar